Tingkatkan Sense Of Intelligence, Prajurit Yonif 5 Marinir Tambah Wawasan Bidang Intelijen

(Surabaya), PW: Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini serta untuk mengasah dan mempertajam naluri tempur, prajurit Batalyon Infanteri 5 Marinir (Yonif 5 Marinir) menerima pembekalan bidang Intelijen di kelas lapangan Yonif 5 Marinir Ujung, Semampir, Surabaya. Rabu (19/08/2020).

Untuk lebih mengoptimalkan kemampuan dalam mengemban tugas, Prajurit Yonif 5 Marinir dituntut harus selalu meningkatkan naluri tempur dan kewaspadaan intelijen, baik di satuan maupun di lapangan / medan tugas. Hal tersebut disampaikan oleh Bintara Staf Intelijen Yonif 5 Marinir Sertu Marinir Wahyudi Saputro dalam memberikan pembekalan bidang intelijen. Selama kegiatan tetap mengutamakan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran covid-19 dengan melaksanakan physical distancing dan menggunakan masker.

Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Yonif 5 Marinir Kapten Marinir Yudi Alhudi, S.H., M.H. mengatakan bahwa kegiatan pembekalan ini merupakan program kerja Yonif 5 Marinir bidang intelijen tahun 2020 yang bertujuan untuk memberi gambaran kepada prajurit tentang situasi dan kondisi keamanan yang terjadi baik di luar negeri maupun dalam negeri. Selain itu juga untuk menumbuh kembangkan Sense Of Security dan Sense Of Intelligence, kewaspadaan dan kepekaan lingkungan terhadap kemungkinan buruk, jelasnya.

Sementara itu Danyonif 5 Marinir Letkol Marinir Supriyadi, M.Tr.Hanla menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki arti penting bagi pembinaan kemampuan prajurit Yonif 5 Marinir untuk menambah wawasan dan pengetahuan agar mengerti dan mampu mengaplikasikan fungsi intelijen dalam melaksanakan peran dan tugas yang diemban sehari-hari.

Memiliki Sense Of Intelligence atau memiliki kecurigaan dan kewaspadan disekitar lingkungan itu perlu dan penting bagi seorang prajurit yaitu pola pikir dan pola tindak dalam upaya cegah dini dan deteksi dini dengan mengantisipasi, mencegah, bila perlu menanggulangi atau mengatasi awal tindak kejahatan baik dari lawan, bakal lawan, pihak netral atau kawan sendiri maupun faktor alam, pungkas Letkol Marinir Supriyadi, M.Tr.Hanla.

Related posts