Sertu Sahidi Jalin Komunikasi Sosial Dengan Peternak Bebek Petelur

Kandangan-PW: Babinsa Koramil 1003-03 Angkinang, Sertu M.Sahidi melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan peternak itik/bebek petelur di desa binaannya Desa Anjiran, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan , Selasa (28/07).

Sertu M. Sahidi aktif melakukan kegiatan Komsos terhadap warga di desa binaannya, salah seorang yang di datangi sahidi adalah Bapak zaenal yang dalam kesehariannya dia juga merupakan peternak bebek petelur.

Dalam komunikasi sosial ini sertu Sahidi menyarankan kepada peternak untuk mengatasi masalah pemasaran yang menurun akibat dampak pandemi Covid19.

Ia menyarankan peternak tersebut untuk tetap mempertahankan produksinya, sedangkan untuk mendongkrak harga jualnya maka lebih baik telur bebek itu di olah menjadi telur asin.

Ia beralasan dengan di buat telur asin harga jualnya otomatis naik dan akan lebih awet, setelah jadi telur asin nantinya bisa juga di bawa ke tempat penampung telur asin yang ada di Angkinang ataupun langsung di edarkan di warung warung.

Kegiatan ini di lakukannya dengan tujuan untuk mewujudkan dan menimbulkan rasa kedekatan serta peran aktifnya dengan masyarakat yang ada diwilayah binaannya.

“Tujuan saya adalah membantu warga binaan saya. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mencari sarana informasi kepada warga binaan saya tentang situasi dan kondisi di wilayah desa binaan,” ucap Sertu M.Sahidi

Ia juga mengatakan, dengan melakukan Komsos tersebut dapat menyelenggarakan penginderaan terhadap wilayah, agar setiap kejadian dan perkembangan dalam kehidupan masyarakat dapat diketahui dan dideteksi secara dini.

“Oleh sebab itu Kegiatan Komsos sangat penting dilakukan oleh Babinsa supaya memperoleh informasi yang aktual tentang berbagai aspek kejadian di masyarakat. Apalagi sekarang sedang merebaknya virus Covid-19 yg dapat berdampak kepada peternak itik,” Ujarnya.

Zainal, salah seorang petani ternak itik merasa senang di kunjungi oleh Babinsa. Ia mengaku dengan maraknya isu wabah virus corona atau Covid-19, penjualan hasil telurnya sangat menurun dan berkurang.

“Karena dampak dari Covid-19 omset penjualan telur menurun, kita hanya bisa menjual telur diwarung saja itupun daya belinya terbatas,” kata Zainal.(Mk-95).

Total Views: 1297 ,

Related posts