Prajurit Yonkes 1 Marinir TNI AL Distribusikan Logistik untuk Korban Bencana Sumatera

TNI AL, Pasmar 1. Prajurit Batalyon Kesehatan 1 (Yonkes 1) Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Sumatera, kembali membuktikan bahwa kecepatan dan ketepatan adalah kunci dalam menyelamatkan nyawa.

​Bukan sekadar menjalankan tugas, para Prajurit Korps Marinir TNI AL ini menunjukkan komitmen baja dalam memastikan bantuan logistik sampai ke tangan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera dan sekitarnya melalui operasi distribusi terintegrasi via udara dan laut yang di laksanakan di Dermaga Bandar Deli, Belawan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025).

Pemandangan di geladak KRI dr. Soeharso-992 menjadi saksi bisu kesibukan luar biasa. Prajurit Yonkes 1 Marinir TNI AL bahu-membahu menyiapkan ribuan kotak bantuan, mulai dari bahan makanan pokok hingga perlengkapan medis darurat. ​Dukungan logistik cepat ini tidak hanya melibatkan tenaga fisik, tetapi juga koordinasi teknis yang matang, termasuk pengecekan kesiapan alat pendukung seperti generator listrik (genset) untuk memastikan fasilitas pengungsian nantinya tetap memiliki daya energi.

​Komitmen luar biasa ditunjukkan saat helikopter TNI AL mendarat di helideck. Dalam hitungan menit, prajurit Yonkes 1 Marinir dengan sigap mengisi kabin heli dengan logistik vital.Jalur udara menjadi pilihan utama untuk menembus wilayah-wilayah yang terisolasi akibat akses darat yang terputus.

Danki Satgas Gulbencal Kapten Laut (K) dr. Syarif Hidayatullah menyatakan bahwa ​logistik adalah nafas dalam setiap operasi kemanusiaan. ‘Kami memastikan setiap paket yang kami angkut tiba tepat waktu dan dalam kondisi baik, karena di balik logistik ini ada harapan masyarakat,” ujarnya.

Keberhasilan Satgas Gulbencal ini merupakan buah manis dari sinergi antara unsur kapal perang (KRI), kru udara, dan pasukan pendarat Marinir. Kehadiran prajurit Yonkes 1 Marinir di Dermaga Bandar Deli menjadi simbol nyata bahwa TNI AL selalu hadir di garis terdepan saat rakyat membutuhkan.

​Aksi cepat melalui udara dan laut ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana di Sumatera.

Related posts