Polres Ciamis Ikuti Dialog Penguatan Internal Polri “Hoegeng: Keteladanan Melintasi Zaman

 

Ciamis, Jabar – PW. Polres Ciamis Polda Jawa Barat mengikuti dialog penguatan internal Polri melalui sarana video conference dengan tema “Hoegeng: Keteladanan Melintasi Zaman”. Kegiatan itu diikuti Polres Ciamis dari ruang Command Center Mako Polres Ciamis, Jalan Jend. Sudirman No.271, Sindangrasa, Ciamis, Jawa Barat, Selasa (16/5/2023).

Kegiatan tersebut diikuti secara langsung oleh Kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, SH., S.I.K., M.T., bersama Wakapolres Ciamis Polda Jabar Kompol Apri Rahman dan seluruh Pejabat Utama Polres Ciamis Polda Jabar. Tak hanya itu, Polres Ciamis Polda Jabar turut mengajak sejumlah elemen masyarakat, diantaranya Forum Muhibbin Ciamis, Saka Bhayangkara Ciamis, FKUB Kabupaten Ciamis dan KNPI Kabupaten Ciamis.

Dialog penguatan internal Polri ini dipimpin langsung oleh Kadiv Humas Polri Irjen. Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H, M.Hum., dari Mabes Polri. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Polri di Indonesia.

Kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, SH., S.I.K., M.T., mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka Pemantapan Komunikasi Publik menuju Polri yang Presisi, Divisi Humas Polri melaksanakan dialog penguatan internal Polri melalui sarana Video Conference dengan tema “HOEGENG: Keteladanan Melintasi Zaman” yang diikuti oleh Polres jajaran.

“Bahwa nilai keteladanan HOEGENG adalah inspirasi polisi humanis hal ini harus memiliki beberapa ungkapan dari Hoegeng diantaranya adalah Baik menjadi orang penting tapi lebih baik penting menjadi orang baik. Meskipun dirinya saat itu menjabat sebagai Kapolri akan tetapi masih mau bersedia mengatur lalu lintas karena bagi Hoegeng tugas seorang Polisi adalah pelayanan Masyarakat entah jabatannya rendah atau tinggi,” tutur AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

Kapolres Ciamis Polda Jabar menambahkan, Hoegeng itu sendiri pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri ke-5 periode tahun 1968-1971. Lelaki dengan nama asli Hoegeng Iman Santoso dianggap sebagai polisi teladan karena pada masanya ia menjadi salah satu orang menolak dengan tegas suap atau korupsi.

“Ada tiga ‘senjata’ yang digunakan Hoegeng dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari. Pertama, berikan contoh, Kedua, ucapan yang harus konsisten serta sentuhan dan turun ke bawah. Hoegeng adalah polisi teladan dengan sikap kejujuran dan tulus melayani masyarakat,” kata AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

FAI

Related posts