TNI AL, Pasmar 1. Beberapa prajurit Batalyon Intai Amfibi 1 Marinir (Yontaifib 1 Mar) yang tergabung dalam Satgas Kemanusiaan Myanmar telah kembali ke tanah air setelah melaksanakan tugasnya sebagai Tim Advance melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (05/03/2025).
Tim Advance Satgas Kemanusiaan Myanmar terdiri dari gabungan dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara pilihan yang dikirim khusus ke Myanmar untuk membantu pengamanan penyiapan Tim Search And Rescue (SAR) yang dikirim Pemerintah Indonesia dalam rangka membantu kegiatan SAR bagi korban terdampak pasca bencana gempa bumi magnitudo 7,7 yang terjadi di Myanmar pada hari Jumat (28/03/2025).
Setelah menyelesaikan tugasnya, Tim Advance Satgas Kemanusiaan Myanmar kembali ke Indonesia dan dilanjutkan oleh Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) sebagai delegasi resmi Pemerintah Indonesia.
Selain memberikan bantuan personel, Yontaifib 1 Marinir juga telah mengirimkan bantuan material berupa selimut, handuk dan sleeping bag yang diharapkan berguna dan dapat meringankan duka bagi korban gempa bumi Myanmar.
“Kami prajurit Yontaifib 1 Marinir sangat berduka atas bencana gempa bumi yang terjadi di Myanmar. Terima kasih kepada Tim Advance Satgas Kemanusiaan Myanmar yang telah bertugas, semoga dapat bermanfaat bagi saudara kita yang menjadi korban bencana gempa bumi Myanmar,” ungkap Danyon Taifib 1 Mar Letkol Marinir Dave M.H. Lomboan, M.Tr.Opsla.