Ramadan: Sebuah Awal yang Penuh Tantangan dan Harapan

 

Malam minggu kemarin, warga Saudi Arabia melihat bulan sabit di langit, tanda dimulainya bulan suci puasa Ramadan bagi sebagian besar dari 1,8 miliar umat Muslim di seluruh dunia. Bulan suci ini, yang melihat para penganutnya menahan diri dari makanan dan minuman dari matahari terbit hingga terbenam, menandai periode refleksi agama, pertemuan keluarga, dan pemberian di seluruh dunia Muslim. Melihat bulan Minggu malam berarti Senin adalah hari pertama berpuasa.

Beberapa negara di Asia-Pasifik seperti Australia, Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, akan memulai Ramadan pada hari Selasa setelah gagal melihat bulan sabit. Oman, di ujung timur Semenanjung Arab, juga mengumumkan bahwa Ramadan akan dimulai pada hari Selasa. Yordania juga akan memulai Ramadan pada hari Sielasa.

Ramadan tahun ini datang ketika Timur Tengah masih terbakar oleh perang Israel-Hamas di Jalur Gaza. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik tersebut dapat memicu kerusuhan jauh di luar batas wilayah saat ini.

Namun, dalam momen yang penuh haru ini, penting bagi kita untuk mengingat nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. Seperti yang diungkapkan oleh Raja Saudi Salman, Ramadan tahun ini jatuh pada saat yang menantang, namun kita harus tetap bersatu dan menawarkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang menderita di Palestina.

Selama Ramadan, umat Islam berusaha menghindari konflik dan fokus pada tindakan amal. Namun, perang di Jalur Gaza tetap menjadi bayangan besar bagi banyak umat Muslim tahun ini.

Sebagai simbol harapan dan perdamaian, marilah kita bersama-sama menguatkan kebersamaan dan solidaritas. Dengan mengutamakan perdamaian dan kemanusiaan, kita dapat menjalani Ramadan dengan penuh keberkahan dan kedamaian.

Sebagai bulan Ramadan yang diwarnai oleh tantangan dan harapan, marilah kita memulai perjalanan ini dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Sebagaimana bulan sabit yang bersinar di langit malam, biarkanlah kebaikan dan keberkahan melimpah ruah dalam setiap langkah kita selama Ramadan ini.

Oleh. Hisnindarsyah

Related posts