2 Pasien Positif Covid-19 di Kota Sorong “Meninggal”, Positif Baru Tambah 117 Orang

Kota Sorong (29/10) PW: Kasus pasien positif Covid-19 di Kota Sorong yang meninggal dunia, kembali bertambah. Dimana hari ini ada 2 (dua) orang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dan sudah dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19 di Tempat Pemakaman Khusus (TPK) Covid-19 jalan Suteja Km 10 Masuk Kota Sorong. Informasi meninggalnya 2 pasien positif Covid-19 ini disampaikan langsung Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Sorong Ir Ruddy Rudolf Laku.

Saat berada di Aula Gedung Samu Siret kompleks kantor Walikota Sorong, Ruddy Laku juga menyatakan jika ada penambahan kasus positif Covid-19 baru sebanyak 117 orang dan hanya 1 orang yang sembuh. Sedangkan di tempat karantina Diklat Kampung Salak, masih menangani 61 orang tanpa gejala. Ruddy kemudian merincikan perkembangan Covid-19 di Kota Sorong yaitu total kontak erat sebanyak 6.799 orang, proses karantina 67 orang dan discharded 6.732 orang. Suspek totalnya ada 886, dalam pemantauan 147 orang, sedang dirawat 10 orang, discharded 729 orang dan total probable 5 orang.

Dikatakannya jumlah total orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.964 orang, pemeriksaan negatif 4.963 orang dan total kesembuhan sudah sebanyak 1.699 orang. Orang yang meninggal positif Covid-19 bertambah 2 orang dari 28 orang, saat ini menjadi sebanyak 30 orang. Meninggal negatif 7 orang, meninggal probable atau suspek 6 orang. Sedangkan meninggal karena kontak erat tidak ada.

“Kami tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat yang ada di Kota Sorong untuk lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan. Karena dengan adanya penambahan 117 orang positif Covid-19, itu menandakan virus ini masih menyebar. Disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan cara memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan, untuk menghindari penyebaran Covid-19. Jaga diri kita masing-masing dan hal itu juga dengan sendirinya kita menjaga orang lain”, beber Ruddy.

Dirinya juga menjelaskan bahwa kluster positif tersebut masih sama yaitu perkantoran dankontak erat atau keluarga. “Dengan adanya penambahan yang terus terjadi, maka peraturan yang dikeluarkan baik denda, pembatasan akses transportasi, jam malam dan tes SWAB bagi penumpang pesawat yang bukan ber-KTP Papua dan Papua Barat, nanti akan di evaluasi seberapa efektif hasilnya. Namun saat ini kami akan terus mengefektifkan dan memaksimalkan penerapan peraturan yang sudah dikeluarkan oleh Walikota Sorong”, tutupnya.

//Jacob Sumampouw

Total Views: 388 ,

Related posts