SATGAS MARINIR PERCEPATAN PEMBANGUNAN LOMBOK II KOORDINASIKAN DUKUNGAN LOGISTIK DENGAN KOREM 162/WIRA BHAKTI NUSA

(Lombok). Bintara Logistik Satgas Marinir Percepatan Pembangunan Lombok II Sertu Mar Anderson melaksanakan koordinasi   dan konsolidasi antar sesama staf administrasi dan logistik Satgas di Makorem 162/Wira Bhakti Nusa Mataram, Tenggara Barat. Sabtu (06/06/2020).

Koordinasi tersebut membahas alur dan mekanisme penerimaan, distribusi, dan penyaluran logistik Satgas serta penyamaan konsep berpikir dan pertanggungjawaban sebagai bagian dari tertib administrasi sehingga sesuai dengan aturan yang berlaku di dalam Satgas Percepatan Pembangunan yang telah ditetapkan oleh BNPB dan Mabes TNI sebagai Komando dan Pengendali dibidang pembangunan RTG oleh Satgas Marinir dan Satgas lainnya di  Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Komandan Satgas Marinir Percepatan Pembangunan Lombok, Mayor Marinir Nofry G. Kaloh, M.Tr. Opsla menyampaikan bahwa koordinasi tersebut rutin dilaksanakan oleh Satgas Marinir dan satgas lainnya setiap bulan sebagai bentuk pertanggungjawaban terkait logistik yang sudah diterima, akan diterima dan belum diterimakan oleh Satgas Marinir. Disamping itu pula, kegiatan tersebut bertujuan untuk mencari solusi bersama demi memperlancar dukungan logistik yang belum diterimakan ke depannya.

“Sampai saat ini, secara umum dukungan untuk Satgas sangat baik dan lancar.” Jelas Mayor Marinir Nofry.

Disampaikan juga demi memperlancar proses kegiatan dan pekerjaan pembagunan RTG, sudah diterimakan Kaporlap perorangan seperti baju PDL, kaos loreng, topi rimba, sepatu boot, dan sarung tangan serta masker kepada seluruh prajurit. Sedangkan dalam waktu dekat akan mendapatkan dukungan berupa kaos dan topi dari BNPB dan masih dalam proses pengusulan yang rencananya akan diterimakan pada pertengahan bulan Juni 2020.

Sementara itu, Sertu Marinir Anderson selaku Bintara Logistik Satgas Marinir menyampaikan bahwa selain kaporlap perorangan atau bekal kelas I tersebut diatas, satgas juga memperoleh dukungan bekal kelas III (BBM) dan juga bekal kelas VIII (obat obatan). Khusus bekal kelas VIII, dukungan yang diterimakan sifatnya terbatas dari BNPB dan Mabes TNI melalui Korem 162/Wira Bhakti Nusa selaku induk dari Satgas Percepatan Pembangunan Lombok tahap 2.

”Dukungan kesehatan berupa obat-obatan, kita hanya menerima jenis obat yang bersifat umum untuk mendukung keluhan-keluhan kesehatan ringan yang dirasakan oleh prajurit. Sedangkan untuk kebutuhan obat-obatan yang bersifat khusus, kita memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada melalui kartu BPJS masing-masing prajurit sesuai dengan alur rujukan yang ada,” pungkasnya.

Total Views: 155 ,

Related posts

Leave a Comment