*Halal Bihalal Virtual, Kado Idul Fitri TNI AD Bagi Satgas Yonif 623 Dengan Keluarga*

 

JAKARTA, tniad.mil.id – Halal Bihal Virtual, sebuah kado indah Idul Fitri dari TNI AD bagi Satgas Pamtas Yonif 623/BWU, walau jauh di perbatasan negara dapat bertegur sapa dengan keluarga tercinta.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 623/BWU, Letkol Inf Yordania, S.I.P., M.Si., saat mendampingi prajuritnya yang melaksanakan wawancara dengan salah satu TV Nasional (I News) di Pos Sei Kaca, Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (25/5/2020).

Diungkapkan Dansatgas, merupakan suatu kebanggaan bagi prajurit jajarannya dapat berkomunikasi dengan permirsa melalui wawancara langsung dengan reporter I News tentang tugas dan pengabdiannya di wilayah perbatasan.

“Kesempatan yang begitu langka, merupakan kehormatan bagi kami prajurit Pamtas yang ada di Pos Sei Kaca dapat menyapa istri dan anak tercinta melalui media televisi secara live dari perbatasan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Yordania, kesempatan ini merupakan kado terindah bagi prajurit jajarannya dapat mengucapkan selamat Idul Fitri 1441 H kepada sanak saudara, lebih khusus bagi Praka Febri Wahyudi dengan keluarganya.

“Walau diwakili oleh Febri, tentu ini adalah kebanggaan bagi Satgas Yonif 623 dapat menyapa masyarakat Indonesia dari wilayah perbatasan negara RI-Malaysia,” jelasnya.

“Melalui tayangan ini, kami juga dapat menyampaikan tentang tugas dan tanggung jawab kami sebagai Satgas Pamtas, sehingga masyarakat Indonesia khususnya warga Kalimantan Utara tahu bahwa TNI setia melindungi dan menjaga wilayah perbatasan,” imbuh Yordania.

Sementara itu, Praka Febri Wahyudi Pratama tak mampu menyembunyikan kegembiraan dan kebanggaanya dapat menceritakan kepada permirsa televisi tentang tugas dan tanggung jawabnya sebagai prajurit Pamtas.

“Meskipun kali ini, tidak merayakan lebaran dengan keluarga tercinta karena mendapat tugas dari negara sebagai prajurit TNI menjaga wilayah perbatasan, saya tetap bangga karena tugas ini adalah suatu kehormatan,” terangnya.

Disampaikan Febri, sebagai manusia biasa tentunya ada perasaan sunyi karena biasanya merayakan Idul Fitri bersama istri dan anak serta keluarga besar, namun kali ini merayakannya secara terpisah.

“Tapi sudah dipahami, sebagai istri prajurit TNI harus siap ditinggal karena suami menjalankan tugas dari negara,” terang Febri.

Ketika presenter I News TV menyampaikan akan memberikan kejutan dengan menghadirkan istrinya dalam siaran live ini, Febri pun menyampaikan rasa senang campur haru dapat bertegur sapa walaupun hanya lewat layar kaca.

“Tak pernah terbayangkan sebelumnya, ini suatu kebanggaan dapat berdialog langsung dengan istri walaupun tidak lama. Tapi senang sekali rasanya sembari melihat wajah istri dan anak tercinta dari kejauhan,” tandas ayah dari Agasta Pramudya Ayu Pratama.

Sedangkan sang istri Arista Ayu Setyo (22) sambil menahan rasa haru, mengungkapkan rasa bangganya menjadi istri seorang prajurit TNI AD, apalagi tugasnya menjaga perbatasan negara.

“Sebelum menikah, saya menyadari bahwa suatu saat akan ditinggal suami karena tugasnya sebagai abdi negara,” ucapnya.

“Sedih pasti, tapi namanya tugas adalah konsekuensi menjadi tanggung jawab sebagai prajurit,” katanya.

“Saya pesan untuk suami agar selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan keberhasilan dalam menjalankan tugas serta jangan lupa sholat 5 waktu,” harap Arista.

Tak lupa, sebelum mengakhiri wawancara, ibu dari bayi mungil berusia 9 bulan ini menyampaikan kepada suami dan personel Satgas untuk selalu semangat dalam melaksanakan tugas.

“Kami selalu setia menanti kedatanganmu kembali. Selamat bertugas suamiku,” pungkasnya sambil meneteskan air mata,” pungkasnya haru. (Dispenad)

Total Views: 230 ,

Related posts

Leave a Comment