Prajurit Yonmarhanlan V Ikuti Upacara Hari Dharma Samudera Di Mako Lantamal V

0

(Surabaya), PW: Prajurit Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) V mengikuti upacara peringatan hari Dharma Samudera tahun 2020, di Mako Lantamal V Jl. Laksda M. Nazir No. 56 Perak Surabaya. Rabu (15/01/2020).

Upacara peringatan Hari Dharma Samudera tersebut, dipimpin langsung oleh Danlantamal V Surabaya Laksma TNI Tedjo Sukmono, S.H.,CHRMP, dan dihadiri oleh Wadan Lantamal V, para Asisten Danlantamal V, para Kasatker Lantamal V serta seluruh prajurit Lantamal V, Yonmarhanlan V, dan PNS Lantamal V.

Upacara peringatan hari Dharma Samudera, diselenggarakan untuk memperingati gugurnya kusuma bangsa Komodor Yos Sudarso bersama awak RI Macan Tutul pada peristiwa heroik dalam upaya mempertahankan NKRI yang terjadi di laut Aru pada 57 tahun yang silam tepatnya 15 Januari 1962, dimana telah terjadi pertempuran laut yang melibatkan tiga kapal cepat terpedo TNI AL yaitu RI Macan Tutul, RI Harimau dan RI Macan Kumbang menghadapi kapal perang kerajaan Belanda yang lebih modern dan canggih pada masa itu.

Dalam amanat Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Siwi Sukma aji , S.E.,M.M., yang dibacakan oleh Danlantamal V Surabaya Laksma TNI Tedjo Sukmono, S.H.,CHRMP. mengatakan bahwa sebagai generasi penerus bangsa dan sebagai prajurit Matra Laut pengawal samudera, sikap ksatria dan rela berkorban yang ditunjukan oleh para pendahulu kita sudah seharusnya dapat dijadikan contoh dan suri tauladan bagi kita semua. Kita dapat meneladani nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pahlawan samudera seperti semangat pengabdian yang tulus ikhlas, pantang menyerah dan rela berkorban demi menjaga harkat dan martabat bangsa, maupun sikap teguh pada tujuan yang dilandasi keberanian dan jiwa kesatria sebagai prajurit Matra Laut sejati.

Diakhir amanat, Kasal berharap kita semua dapat mengaktualisasikan nilai-nilai kejuangan patriotisme dan kepahlawanan yang telah diwariskan oleh para pendahulu kita, sebagai kontribusi, seperti dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan pengaruh era globalisasi, tantangan kita sebagai garda pelindung keutuhan dan kedaulatan NKRI akan menjadi semakin kompleks. Prajurit TNI AL dituntut untuk lebih adaptif, produktif, berenovasi tinggi dan kompetitif dalam meningkatkan profesionalisme pelaksanaan tugas. Dalam proses itu jangan sampai melupakan jati diri seorang prajurit yang selalu berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Trisila TNI AL.

Share.

Comments are closed.