Napak Tilas Pahlawan Nasional KH As’ad Syamsul Arifin, Sebagai Wujud Mengalirnya Darah Perjuangan Kepada Generasi Penerus

0

JEMBERPW: Napak Tilas Perjuangan KH As’ad Syamsul Arifin yang telah di nobatkan sebagai Pahlawan Nasional tersebut menjadi agenda tahunan,  dalam memperingati route perjuangan   yang dilakukan oleh salah satu ulama besar tersebut dengan menggalang para sahabatnya yang menjadi pengsuh beberapa pondok pesantren untuk berjuang mewujudkan Kemerdekaan Indonesia.

Napak tilas tersebut diberangkatkan dari Pondok Pesantren Raudhatul Ulum Sumberwringin Sukowono, Menuju Ledokombo dan berakhir di Lapangan Desa Garahan Kec Silo Kab Jember selama 2 hari, yang menempuh jarak sekitar 60 Km.

Adapun pesertanya terdiri dari Taruna dan Taruni Sekolah Menengah Perikanan dan Kelautan (SMK-PK) Puger, para ulama sepuh, para pemuda Islam dan lain-lain yang berjumlah sekitar 500 orang dan dilepas oleh Muspika dari tempat start di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum.

Saat kami konfirmasi Komandan Koramil 0824/04 Sukowono Kapten Arm Sugiono menyampaikan bahwa Napak Tilas ini merupakan agenda tahunan,  yang selalu dilakukan dalam memperingati jejak perjuangan KH As’ad Syamsul Arifin dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Biasanya peserta lebih ramai termasuk TNI, namun karena ada Pengamanan Pilkades Serentak sehingga kita menurunkan 4 orang untuk mengawal pelaksnaan napak tilas ini.

Sementara itu Komandan Kodim 0824/Jember dari Lokasi Latihan Gabungan TNI di Situbondo saat kami konfirmasi terkait kegiatan tersebut menyampaikan, bahwa dirinya sangat bangga dengan para santri bahkan para ulama sepuh pun ikut dalam Napak Tilas Tersebut, hal ini menunjukkan bahwa darah perjuangan benar-benar terwariskan dan mengalir dijiwa dan semangat  masyarakat genersi penerus, hal ini tentunya wujud kekuatan pertahanan yang patut kita rawat bersama.

Kalaupun saya tidak ada kegiatan disini, mungkin saya pun tertarik untuk ikut berpartisipasi, tentunya dalam rangka memotivasi kegiatan napak tilas tersebut, selamat menempuh route napak tilas kepada seluruh peserta dan semoga sukses dan selamat sampai di finis yaitu di lapangan desa Garahan. Ini penting dalam rangka mengukur sejauhmana rasa bela negara masyarakat sebagai kompartemen pendukung dalam sistem pertahanan semesta (Sishanta) yang menjadi sistem pertahanan NKRI. Tegas Letkol Inf La Ode M Nurdin. (Siswandi)

Share.

Comments are closed.