KOARMADA III DOA BERSAMA KESUKSESAN ARMADA JAYA XXXVII

0

Kota Sorong,PW: Tidak dapat dipungkiri bahwa perhelatan terbesar TNI Angkatan Laut adalah latihan perang laut yang diberi sandi “Armada Jaya XXXVII” Tahun 2019. Latihan tersebut terdiri dari dua tahap. Tahap pertama telah berjalan dengan baik. Kini, memasuki tahap manuvra lapangan yang melibatkan ribuan personel dan berbagai Alutsista dengan teknologi persenjataan terkini dan tercanggih TNI Angkatan Laut.

Untuk mendukung kesuksesan latihan perang laut secara besar-besaran tersebut yang akan mencapai puncaknya besok dini hari (Sabtu, 13 Juli 2019), Komando Armada (Koarmada) III beserta seluruh jajaran melaksanakan doa bersama lintas agama. Bagi prajurit yang beragama Islam melaksanakan doa bersama seusai sholat Magrib di Masjid Al Fattah Mako Koarmada III Jl. Bubara No. 1 Kel. Klaligi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat, Kamis (11/7).

Sementara prajurit Koarmada III termasuk Lantamal XIV Sorong yang beragama Nasrani melaksanakan Ibadah doa bersama di Gedung Nala Kompleks Memet Sastrawirya, Kota Sorong. Sedangkan yang beragama Hindu melaksanakan doa Bersama di Pure Buana Kerti, Kota Sorong. Doa bersama Koarmada III yang dilaksanakan di tiga tempat tersebut berlangsung khusyuk dan khidmat dan dihadiri Kepala Staf Koaramda III Laksamana Pertama TNI Dadi Hartanto, M.Tr. (Han) bersama para Kasatker Koarmada III.

Selain mendoakan kelancaman, keselamatan dan kesuksesan latihan puncak TNI Armada Jaya XXXVI Tahun 2019, juga mendoakan untuk kesuksesan pelaksanaan Pekan Olah Raga TNI AL Wilayah Timur.

Armada Jaya XXXVII Tahun 2019 dilaksanakan dalam rangka menguji hasil pembinaan secara bertingkat dan berlanjut serta menyiapkan unsur-unsur dan prajurit TNI AL pada Latihan Gabungan (Latgab) TNI Tahun 2019. Latihan Armada Jaya XXXVII TA 2019 melibatkan 8.493 personel dengan rincian 1.959 personel pada tahap Geladi Posko dan 6.534 personel terlibat pada tahap Manuvra Lapangan. Para personel Manuvra Lapangan tersebut terbagi dalam beberapa Komando Tugas (Kogas), diantaranya Komando Tugas Laut Gabungan (Kogaslagab), Komando Tugas Gabungan Amfibi (Kogasgabfib), Komando Tugas Gabungan Pendaratan Administrasi (Kogasgabratmin) dan Komando Tugas Gabungan Pertahanan Pantai (Kogasgabhantai).

Alutsista yang terlibat dalam latihan ini terdiri dari Kapal Perang RI (KRI) berbagai jenis (Kapal Selam, Perusak Kawal Rudal, Kapal Cepat Rudal, Perusak Kawal, Angkut Tank, Buru Ranjau, Kapal Tanker, Kapal Bantu Tunda dan Kapal Bantu Rumah Sakit). Selain Kapal Perang, juga melibatkan berbagai jenis Pesawat Udara Fixed Wing dan Rotary Wing, serta Alutsista Marinir seperti BMP-3F, LVT-7, BVP-2, KAPA-K61, How 105, RM – 70 Grad, Rubber Boat, serta Puluhan Kendaraan Pendarat Amfibi milik Korps Marinir.

Setelah melaksanakan gelar pasukan, prajurit serta unsur TNI AL akan melaksanakan fase Manuvra Lapangan tanggal 8 hingga 16 Juli 2019 di perairan Laut Jawa, Perairan Kangean, Pulau Sapudi dan Perairan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Tanggal 13 Juli 2019, personel dan unsur yang terlibat akan melaksanakan pendaratan Amfibi di pantai Banongan Jawa Timur.

Pada latihan kali ini, Armada Jaya XXXVII memainkan berbagai serial latihan laut, udara dan pendaratan Marinir, termasuk peperangan laut modern seperti Cyber Warfare dan Information Warfare. Tujuan dilaksanakannya Latihan Armada Jaya XXXVII TA 2019 adalah meningkatkan kemampuan unsur Pimpinan dan Staf Komando Tugas Gabungan dalam melaksanakan Proses Pengambilan Keputusan Militer (PPKM) pada pelaksanaan Operasi Gabungan TNI dan meningkatkan profesionalisme Prajurit TNI Angkatan Laut serta kesiapan operasional serta keterpaduan komponen SSAT.

Adapun sasaran Latihan Armada Jaya XXXVII TA 2019 antara lain terciptanya kemampuan perorangan maupun satuan untuk mengaplikasikan dan menerapkan Doktrin Operasi Laut Gabungan, Operasi Amfibi, Operasi Pendaratan Administrasi, Operasi Pertahanan Pantai dan Operasi Dukungan Doktrin-doktrin Matra Laut lainnya. Selain itu, terciptanya kesamaan persepsi/pemahaman dalam tata cara/mekanisme PPKM pada Operasi Gabungan TNI, terukurnya kesiapan dan kemampuan unsur-unsur SSAT dalam melaksanakan tugas Operasi Gabungan TNI, serta tercapainya pola pikir dan pola tindak yang sama antar prajurit dalam melaksanakan tugas Operasi Gabungan TNI.

Share.

Comments are closed.