DANLANUD PIMPIN APEL KHUSUS DAN HALAL BIHALAL IDULFITRI 1440 H/2019 M DI LANUD SIM

0

Banda Aceh, PW: Masuk dinas hari pertama setelah melaksanakan cuti bersama Idul Fitri 1440 H/2019 M, seluruh personel Lanud Sultan Iskandar Muda, Kipan C Yonko 469 Paskhas dan PNS Lanud SIM mengikuti apel khusus dan Halal Bihalal, masih dalam suasana yang penuh kehangatan dan keakraban apel khusus dipimpin langsung oleh Komandan lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., bertempat di Lapangan Upacara Mako Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. Senin (10/6).

Sebelum pelaksanaan halal bihalal, dilaksanakan apel khusus terlebih dahulu bagi seluruh personel Lanud Sultan Iskandar Muda, Kipan C Yonko 469 Paskhas dan PNS Lanud SIM. “Apel khusus ini dilaksanakan guna untuk mengecek kelengkapan kehadiran seluruh personel usai melaksanakan libur panjang dalam rangka cuti bersama Idul Fitri1440 H/2019 M, ujar Danlanud.

“Saya pribadi dan keluarga mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah Mohon Maaf Lahir dan Batin, kata Danlanud Sultan Iskandar Muda sesaat sebelum membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. pada acara apel khusus dan halal bihalal. Danlanud SIM juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Lanud SIM, Kipan C yonko 469 Paskhas dan PNS yang telah kembali ke kesatuan Lanud Sultan Iskandar Muda dalam keadaan sehat walafiat. Harapanya setelah pelaksanaan cuti lebaran bersama para prajurit dan PNS Lanud SIM kembali bekerja dengan baik sesuai dengan tupoksinya serta lebih meningkatkan lagi semanggat kinerjanya guna mendukung kelancaran tugas pokok Lanud Sultan Iskandar Muda.

Kasau dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., mengatakan Idul Fitri adalah kembali dalam kesucian dengan merajut kembali tali silaturahmi dan saling maaf memaafkan, sebagai wujud integritas moral antar sesama, antar kawan seperjuangan, sebangsa dan setanah air. Maka esensi kesucian Idul Fitri telah menyandingkan hubungan manusia dan Tuhan, serta hubungan antar manusia, dalam strata yang sama. Untuk itu, marilah kita saling memaafkan dan mari kita rajut kembali tali persaudaraan, agar kita semua kembali dalam kesucian. perayaan Idul Fitri adalah momen kontemplasi dan internalisasi budi pekerti luhur dalam nilai nilai Islam. edukasi universal yang dapat dipetik untuk meningkatkan kinerja TNI Angkatan Udara. implementasi dari 11 Azas Kepemimpinan TNI, yaitu Taqwa. Ibadah puasa Ramadhan juga merupakan manifestasi azas Ing Ngarso sung Tulodho, karena insan muslim TNI Angkatan Udara yang berpuasa memberi teladan kepada keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia. Sedangkan, perayaan Idul Fitri adalah implementasi sifat Satya dan Legowo, yaitu loyal kepada sesama bahkan bawahan, dengan saling memaafkan tanpa melihat status jabatan dan status sosial.

Diera Revolusi Industri 4.0 seperti sekarang, kita menghadapi tantangan besar dalam membina persaudaraan dan persatuan kebangsaan. Dunia fisik telah terintegrasi dengan sistem virtual dan jaringan digital telah mampu merekatkan yang jauh, namun justru sering menjauhkan yang dekat. Hubungan silaturahmi, ucapan maaf, yang pada masa lalu dikukuhkan dengan kehadiran fisik dan jabat tangan, kini sering terjadi melalui layar digital. marilah kita introspeksi diri dan menggali lagi kontekstual nilai-nilai silaturahmi yang sejati, ditengah disrupsi sosial akibat perkembangan teknologi Revolusi Industri 4.0 telah memberikan kemudahan bagi kehidupan kita sehari-hari, namun jangan sampai menjauhkan yang dekat, di lingkungan organisasi ataupun keluarga. Ingatlah, silaturahmi secara fisik tetap menjadi basis hubungan sosial di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Ancaman invasi teknologi yang dihasilkan oleh Revolusi Industri 4.0 terhadap TNI Angkatan Udara. Nilai-nilai kepemimpinan TNI dan kepemimpinan keudaraan atau airmanship,kini ikut terpapar oleh komunikasi sistem jaringan dan dunia digital. Ketika kita semakin mudah mendapatkan informasi perkembangan global, regional, dan nasional, melalui beberapa sentuhan di layar digital, maka kita pun sering lupa makna kesalihan sosial yang sejati. Media sosial jangan sampai membuat para panglima, para komandan, dan seluruh personel TNI Angkatan Udara melupakan pola kepemimpinan dan komunikasi sosial yang seharusnya. para panglima dan para komandan tidak menjadi malas turun ke bawah serta malas check and recheck secara fisik karena terpapar Media sosial. Para panglima dan komandan harus tetap hadir ditengah para anakbuah. Para panglima dan para komandan juga harus terus berupaya merekatkan TNI AngkatanUdara secarafisik dan dengan kerja nyata bersama komponen bangsa lainnya. Kepemimpinan yang hebat dan luhur tidak akan terwujud karena kalian “viral di media sosial. Kalian akan dihormati dan dikenang saat mampu memenangkan hati dan pikiran para anak buah, melalui kehadiran fisik dan silaturahmi yang tulus, untuk bersama-sama membangun Angkatan Udara.

Jadikan momen Idul Fitri sebagai spirit agar kita dapat bekerja dengan lebih profesional, militan dan inovatif, sehingga program kerja TNI Angkatan Udara tercapai secara optimal. Mari kita hapus segala perbedaan dan kembali membangun team work untuk melayani dan membangun TNI Angkatan Udara tercinta. Service before self. Selalu prioritaskan kepentingan organisasi di atas urusan pribadi. Kita masih harus mengejar ketertinggalan program pembangunan Kekuatan Pokok Minimum atau MEF yang akan berakhir tahun 2024. Dengan kesucian hati yang telah kita raih melalui Puasa Ramadhan dan Perayaan Idul Fitri, mari kita tampilkan budaya kerja, kerja, dan kerja untuk mengejar ketertinggalan tersebut. program prioritas tentang Safety Culture kepada seluruh jajaran TNI Angkatan Udara.Kalian jangan pernah sekalipun berandai-andai untuk belajar Safety dari sebuah Accident baru di TNI Angkatan Udara Lanjutkan komitmen untuk mengoperasikan Alutsista Udara dengan aman Ingat, program Road to Zero Accident didesain bukan semata-mata untuk kepentingan dan popularitas pribadi, dan bukan untuk kepentingan para pimpinan TNI Angkatan Udara.

Musuh terbesarmu adalah dirimu sendiri dan dirimu pula yang harus mengatasinya. agar semua Panglima dan Komandan agar melaksanakan konsolidasi internal dan check and recheck secermat mungkin, sebelum menggerakkan program kegiatan satuan termasuk operasi penerbangan. Para personel harus tahu diri, mawas diri dan mempersiapkan diri, sebelum memulai tugas-tugas mendatang. Terkait dinamika politik negara yang sedang men ghangat pasca Pemilihan Umum Tahun 2019.Saya instruksikan agar para panglima,komandan, dan seluruh personel TNI Angkatan Udara, bisa menahan diri serta menjaga satuan dan keluarga masing-masing. Pegang teguh komitmen netralitas TNI, jangan mudah terprovokasi apalagi memprovokasi dan jangan pula melibatkan diri dalam hate speech atau ujaran kebencian dalam kehidupan bermasyarakat ataupun di media sosial.

Jangan merusak kesucian Idul Fitri dengan ucapan dan perilaku tercela yang dapat mencoreng nama TNI Angkatan Udara. Jika ingin menjadi sosok yang hebat, maka tidak perlu harus mengurusi segala hal memposisikan diri mengetahui segala hal, atau ingin mengomentari segala hal. Menjadi pemimpin hebat dengan cukup menampilkan kesahaj aan hidup, namun disertai profesionalisme yang tangguh dan inspiratif. Cukuplah menjadi dirimu sendiri, sebagai sayap tanah air yang perkasa. Selamat bekerja dan berinovasi demi kemajuan TNI Angkatan Udara. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita semua, dalam melaksanakan tugas pengabdian melalui TNI Angkatan Udara.

Share.

Comments are closed.