Dewan Pers Adakan Workshop Peliputan Pileg Dan Pilpres Tahun 2019 di Kota Sorong

0

Ketua Dewan Pers: Pemilu 2019, Ibarat Berada Dalam Sebuah Pertandingan Tinju

Kota Sorong, (14/5) PW: Wartawan yang bertugas di Papua Barat menerima Workshop Peliputan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019, yang diberikan oleh Dewan Pers. Puluhan wartawan dari media cetak, Tv, radio maupun online, berkumpul di ruang Polaris Vega Hotel Kota Sorong untuk mengikuti kegiatan workshop tersebut.

Hal ini dipicu oleh kehadiran para narasumber yang sangat berkompeten. Karena Workshop Peliputan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden Tahun 2019 ini, dipimpin langsung Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dan didampingi Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar, Anggota Dewan Pers Hendry Chairudin Bangun, Divisi Hukum Dewan Pers Antonio Pradjasto Hardojo, Deritawati dan lainnya.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pemilu diibaratkan seperti dalam sebuah pertandingan tinju. Dimana pada kebanyakannya, saat pertandingan selesai dan tidak ada yang K’O atau TKO maka kedua petinju akan saling mengklaim kemenangan. Walaupun belum ada pengumuman pemenang dari para juri melalui wasit. Oleh sebab itu Yosep Adi Prasetyo menyampaikan agar dalam pemilu 2019, Pers Indonesia harus bisa menjadi wasit dan pembimbing yang adil.

Para wartawan yang hadir sangat antusias mendengarkan pemaparan yang diberikan oleh Dewan Pers. Sehingga ketika diberikan waktu tanya jawab, para wartawan berlomba untuk menyampaikan pertanyaan. Namun karena keterbatasan waktu, maka yang disetujui untuk bertanya hanya 3 orang. Yosep Adi Prasetyo meminta agar media terus mengawal proses perhitungan, melalui pemberitaan-pemberitaan yang akurat dan berbasis pada fakta.

“Hindari talking news! Yakni mewawancarai orang, yang diyakini mempunyai kepentingan politik tertentu. Oleh sebab itu, lebih baik jika kembali pada nilai-nilai profesional wartawan yaitu Kode Etik Wartawan. Pegang teguh Kode Etik Jurnalistik dan buat berita berbasis fakta yang berorientasi kepada kepentingan publik”, ujar Yosep Adi Prasetyo.

*Jacob Sumampouw

Share.

Comments are closed.