LAGI, PENINGGALAN SENJATA BERSEJARAH PERANG DUNIA II DISERAHKAN WARGA

0
Halmahera Utara, PW: Pulau Morotai sebagian besar berupa hutan dan memproduksi kayu serta damar dan sangat strategis sebagai jalur perdagangan di timur Indonesia. Selain itu, Pulau Morotai memiliki kekayaan alam seperti Emas, Biji besi, dan lain-lain, juga potensi wisata bahari yang mempesona.
Sejarah pertempuran Morotai terjadi pada tanggal 15 September 1944 pada akhir Perang Dunia II. Pertempuran dimulai ketika tentara Amerika Serikat dan Australia mendarat di Morotai bagian barat daya. Basis di Morotai dibutuhkan untuk membebaskan Filipina. Yang dimana pulau morotai sendiri masih diduduki oleh Jepang untuk menginvasi filipina, Indonesia dan sebagian Malaysia. Jumlah tentara yang menyerang jauh lebih banyak dari Jepang. Bantuan Jepang mendarat pada Oktober dan November, namun kekurangan persediaan untuk menyerang Sekutu.
Pertempuran terus berlanjut hingga akhir perang, dengan tentara Jepang menderita korban jiwa yang besar akibat penyakit dan kelaparan. Beberapa prajurit Jepang di sana masih terus bertahan dan menolak menyerah. Salah satunya adalah Teruo Nakamura, yang baru berhasil diamankan pada 18 Desember 1974.
Perang yang menewaskan ratusan tentara dari kedua kubu itu disebut-sebut sebagai salah satu perang terbesar didunia. Terlepas dari sejarah masa lalunya yang memiliki nilai history’s yang tinggi, perang morotai juga meninggalkan alat-alat perang dibawah laut.
Selain di daratan pulau morotai pasukan sekutu juga mendarat di daerah Galela, Halmahera Utara serta membuat Landasan Pacu Pesawat tempur sejumlah 6 pacuan yang saat ini digunakan untuk Bandara Komersil yaitu Bandar udara Gamar Malamo.
Setelah berhasil menginvasi jepang di pulau Morotai pasukan Sekutu bersama pasukan Australia kembali berperang untuk menguasai Filiphina. Namun tidak seperti yang dibayangkan kekalahan telak pasukan Amerika dan sekutunya atas Filiphina. Kekalahan ini menyebabkan tentara Amerika harus angkat kaki dari daratan Asia termasuk di Indonesia yang dimana meninggalkan bangunan-bangunan bersejarah dan berbagai macam peralatan tempurnya.
Di daerah Galela Barat Kab Halmahera Utara tepatnya di danau Galela banyak peralatan tempur yang di tenggelamkan, diantaranta pesawat tempur, helicopter, tank, dan masih banyak senjata senjata besar lainnya.
Salah satunya Senjata Jenis SMB Browning Machine Gun, Kal 12,7 MM beserta 10 butir munisi yang ditemukan oleh salah seorang warga di sekitaran Danau Galela Kab Halmahera Utara yang sudah lama disimpannya. Lebih jelasnya dikatakan senjata yang ditemukan ini adalah seperti yang dulu pernah dilihat oleh orangtuanya pada masa Amerika menduduki Daerah Halmahera sebagai Basis pertahanan untuk menyerang Filipina.
Dengan penggalangan dan pendekatan secara persuasif dan kekeluargaan serta memberi wawasan betapa bahayanya dalam menyimpan senjata api. Akhirnya warga yang tidak mau disebutkan identitasnya tersebut menyerahkan secara sukarela kepada Anggota Pos 4 SSK I Mede.
Senjata Ini adalah senapan mesin berat yang dirancang setelah berakhirnya Perang Dunia I oleh John Browning. Senapan mesin ini diberi julukan Ma Deuce oleh tentara Amerika Serikat. Penamaan resmi senapan ini juga berbeda-beda, misalnya Browning Machine Gun, Heavy Barrel, Cal. .50, M2, HB, dan Flexible. Senapan mesin M2 Browning banyak dipakai sebagai senapan mesin kendaraan tempur dan kendaraan udara oleh Amerika Serikat sejak tahun 1920-an sampai saat ini. Dari Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam, sampai Invasi Irak. M2 Browning merupakan senapan mesin berat utama NATO, dan banyak dipakai negara-negara lain juga sampai sekarang.
Rasa senang dan lega setelah menyerahkan senjata yang telah disimpannnya sejak lama ini kepada pihak Pos Satgas Yonif 731/Kabaresi. Danpos 4 SSK I mede Sertu Agustinus Ian Laturake mengutarakan bahwa pelaksanaan pendekatan secara persuasif seperti ini akan terus digalang sampai dengan masa Bhakti penugasan ini.
Share.

Comments are closed.