Peringati Hardikal ke 73 Tahun 2019 Ribuan Prajurit Kodiklatal bersihkan Buzem Morokrembangan

0

Surabaya, PW: Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan TNI Angkatan Laut (Hardikal) ke-73 tahun 2019, Ribuan prajurit Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan Dan Latihan Angkatan Laut (Kodiklatal) membersihkan Bozem Morokrembangan. Kegiatan bersih-bersih bosem di kawasan surabaya diikuti seluruh Prajurit Satuan Kerja (Satker) dibawah Kodiklatal dan seluruh Prajurit siswa yang sedang menempuh pendidikan di Kodiklatal.

Adapun Satker satker dibawah Kodiklatal tersebut adalah Staf Mako Denmako, Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla), Komando Pendidikan Dukungan Umum (Kodikdukum), Komando Pendidikan Marinir (Kodikkmar), Puslatdiksarmil, Puslatlekdalsen, Puslatmar dan Puslatopsla.

Sedangkan yang menjadi area pembersihan bozem tersebut mulai buzem disisi Tol hingga area Pintu Air yang berlokasi samping Akademi Angkatan laut. Sedangkan teknik pelaksanaan prajurit dibagi dua, satu bertugas mengambil enceng gendok dari atas dengan dibekali kayu panjang, sementara yang lainnya bertugas mengambil enceng gondok dengan perahu karet.

Komandan Kodikdukum Kodiklatal Kolonel Laut (T) Sa’ban Nur Subkhan selaku penanggung jawab Kebersihan menyampaikan bahwa kegiatan bersih-bersih bozem merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka menyambut Hardikal ke-73 tahun 2019, yang tepatnya jatuh pada tanggal 12 mei 2019 yang akan datang.

Menurutnya kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Kodiklatal terhadap kebersihan lingkungan sekitar terutama bozem Morokrembangan, yang mana kesatrian Kodiklatal dan AAL, wilayahnya berbatasan dengan bozem, sehingga secara moralitas Kodiklatal  juga mempunyai rasa tanggung jawab untuk ikut menjaga kebersihan dan keindahan taman daerah bozem.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kebersihan lingkungan merupakan hal yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia karena sebagai unsur fundamental dalam kesehatan. Yang dimaksud dengan kebersihan lingkungan adalah menciptakan lingkungan yang sehat sehingga tidak menjadi sumber berbagai penyakit.

Lingkungan kerja, lanjut Pamen melati tiga di pundak ini, merupakan sarana utama yang harus diperhatikan untuk berhasilnya proses belajar mengajar di lembaga pendidikan ini. Kinerja yang maksimal dihasilkan tidak saja dari kualitas sumber daya manusia pengawak organisasi, namun lingkungan yang sehat sangat mendukung keberhasilan pelaksanaan tugas, karena manusia dan lingkungannya merupakan dua faktor yang saling mempengaruhi.

Pembersihan Buzem ini selain mebuat lingkungan sehat juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya banjir mengingat saat ini musim hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.*Red

Share.

Comments are closed.