Bupati Nduga Diculik! Itu Fitnah Tanpa Dasar

0

Jayapura, (5/4) PW: Pasca kunjungan Presiden Ri Joko Widodo (Jokowi) ke Jayapura muncul berita yang sangat menggemparkan di media sosial (Medsos) dengan artikel yang berjudul “Bupati Nduga Diculik TNI”. Isi berita tersebut membeberkan secara detail bagaimana proses penculikan seorang tokoh penting di Papua yaitu Bupati Nduga Yarius Gwijangge (YG).

Menurut pembuat berita bahwa berawal dari kegiatan Jokowi melaksanakan pertemuan tertutup di Hotel Aston pada tanggal 01/04/2019, Bupati Nduga mengajukan permintaan kepada Presiden bahwa, “tolong Bapa Presiden tarik kembali pasukan yang Bapak kirim di Nduga”. Menurutnya Presiden menanggapi permitaan tersebut dan mengatakan, “” saya tidak tahu kalau itu ada operasi militer di Nduga, maka saya akan perintahkan pasukan tarik kembali, supaya Masyarakat kembali pulang ke kampung masing-masing “.

Menurutnya, akibat permintaan Bupati kepada Presiden, maka pada Pada tanggal 02 April 2019, pagi sekitar pukul 09.00 wit, Bupati dan rombongannya sedang siap-siap untuk mau menuju ke Timika-Nduga, Tiba-tiba seorang anggota kopasus Kodam Cenderawasih Papua atas nama kapten Inf ASHARI BIN ANDI PASANRANGI, SE Nip 11980019821171 datang menculik Bupati dan membawa ke Kodam.

Ini jelas fitnah yang sangat tidak mendasar. Bila dicermati akan ditemukan keanehan antara lain bahwa dalam rangkaian kujungan Presiden RI tanggal 01/04/2019 kemarin Presiden Jokowi tidak pernah ke Hotel Aston apalagi melaksanakan pertemuan tertutup dengan Bupati Nduga di hotel tersebut. Media telah mempublikasikan rangkaian kegiatan Presiden dari mana dan ke mana sertak kegaiatan apa yang dilakukan secara detail dalam pengawalan yang sangat ketat, yang jelas tidak ada agenda ke Aston.

Keanehan berikutnya bahwa tidak pernah ada satuan di lingkungan TNI yang disebut Kopassus Kodam Cenderawasih. TNI adalah institusi yang sangat tertib memiliki data base elektronik personel yang sangat lengkap dan rapih, siapapun pihak berwewenang yang menanggapi informasi tersebut dapat mengecek dan memastikan bahwa tidak ada anggota TNI termasuk di Kodam XVII/Cenderawasih yang bernama kapten Inf ASHARI BIN ANDI PASANRANGI, SE Nip 11980019821171.

Sangat tidak masuk akal bila hanya satu orang yang mampu menculik seorang tokoh besar setingkat Bupati dilaksanakan pada siang hari ditengah-tengah keluarga dan dengan rombongan pengawalan yang ketat, apalagi diberitakan bahwa Bupati sempat memberontak tapi tidak berdaya dan langsung dibawa oleh penculiknya. Bila dibayangkan berarti penculik tersebut memiliki kemampuan seperti tokoh fiktif Supermen atau tokoh superhero lainnya.

Keanehan selanjutnya bahwa seorang bupati bukanlah seperti anak kecil yang dapat dijadikan objek berita dan tidak bisa diklarifikasi kebenarannya. Artinya siapun bisa mengklarifikasi langsung kepada YG apakah benar beliau diculik sesuai dengan laporan si pembuat fitnah.

Namun dengan munculnya berita yang sangat menghebohkan ini menuai berbagai tanggapan dari para netizen. Sekaligus dengan mudah kita bisa melihat dan membedakan yang mana netizen yang tak bernalar, tidak tidak berwawasan dan tampa menggunakan logika yang dengan mudahnya menerima suatu informasi tampa dicerna, dianalisis dan dicross cek kebenarannya. Tapi bagi netizen yang berpendidikan tinggi, memiliki nalar dan wawasan yang luas, sepintas saja membaca informasi tersebut sudah mampu menyimpulkan bahwa berita ini adalah hoax dan menyesatkan.

Dan sudah dapat diperkirakan juga bahwa apabila pelaku penebar fitnah ini tertangkap oleh aparat penegak hukum, maka mereka kelompok para netizen yang tidak bernalar dan tidak berwawasan tadi akan ramai-ramai memperotes kepada aparat penegak hukum yang akan dituduh telah melakukan kriminalisasi terhadap pelaku yang nyata-nyata telah melakukan tindakan kriminal dan dapat dijerat uu ITE.

Fakta yang sebenarnya bahwa pada tanggal 02/04/2019 Bupati Nduga YG di dampingi oleh Bapak Andi Ashari dikawal oleh ajudan dan tiga orang keluarga Bupati, diantar oleh sopir dengan menggunakan kendaraan pribadi milik YG bersilaturrahmi ke Kapendam XVII/Cen Kolonel Inf Muhammad Aidi. Dimana Kapendam memiliki hubungan yang sangat dekat dengan YG karena pernah menjadi Dandim 1702/JWY dan secara otomatis menjadi anggota Forkopinda Kab. Nduga.

Silaturrahmi Bupati YG ke Kapendam bukanlah kali pertama dilakukan, sebagai wujud kedekatan dimana mereka pernah menjadi mitra kerja yang harmonis dalam tugas membangun Kab. Nduga. Sedangkan Andi Ashari adalah mantan kepala Kesbangpol Kabupaten Nduga dan selama 07 tahun telah menjadi bawahan YG yang sangat setia, sehingga hubungan mereka sudah seperti anak dan Bapak. Andi Ashari juga yang telah berjazah membantu Bupati dalam proses pembutukan Kab. Nduga.

Bahkan pada saat silaturrahmi dengan Kapendam Andi Ashari sempat mengungkapkan kepada YG bahwa selama menjadi anak buah Bapak Bupati yang bersangkutan tidak pernah meminta uang sepeser pun diluar dari haknya sebagai pegawai. Tetapi beliau selalu berusaha bekerja maksimal memberikan dukungan membantu Bupati dalam bebagai kesulitan selama proses mendirikan dan membangun Kabupaten Nduga.

Issue penculikan terhadap Bupati Nduga, sudah diklarifikasi langsung oleh Presiden Badan Pelayanan Pusat Gereja-gerja Baptis Papua Dr. Socratez S. Yoman. Bahwa Bupati Nduga Yarius Gwijangge tidak pernaha duculik. Hal senada juga disampaikan oleh Theo Hasegen seorang pekerja kemanusiaan Papua bahwa beliau sanga kaget tentang informasi tersebut karena telah bertemu langsung dengan Bupati Nduga dan sama sekali tidak mengatakan bahwa dirinya telah diculik oleh TNI.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Andi Ashari menyampaikan bahwa akan mencari pelaku penyebar fitnah dan akan menempuh jalur hukum karena telah mencemari nama baiknya. Menurut Andi bahwa yang bersangkutan telah mengklarifikasi langsung ke Bupati tentang info tersebut. Bupati Nduga sangat marah mendengar adanya info tersebut dan YG berjanji akan mencari pelaku dan akan dipolisikan dalam rangka proses dan penegakan hukum.

Otentikasi: Kapendam XVII/Cen, Kolonel Inf Muhammad Aidi

Share.

Comments are closed.