TMC Meminimalisir Dampak Karhutla di Provinsi Riau

0

Pekanbaru, PW: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Letjen TNI Doni Monardo  membuka kegiatan pemnafaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Guna Meminimalisir Dampak bencana Karhutla di Provinsi Riau Tahun 2019, bertempat di Ruang rapat Arjuna Lanud Roesmin Nurjadin, Senin (4/3).

Hadir pada kegiatan tersebut Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., Sestama BNPB Doddy Ruswandi, Sekretariat Negara Fajar Masadiah Egy,  Kepala BMKG Ibu Dwikorita, BPBD Provinsi Riau Mitra Adhimukti, Kasrem 031/Wira Bima Kolonel Inf Asep Nugraha, S.E., M.Si, Kapus Perubahan lklim Dodo Gunawan, Kadisops Lanud Rsn Kolonel Pnb Jajang Setiawan.

Pada sambutannya Gubernur Riau Drs. Syamsuar, M.Si., mengatakan sebagai pemimpin yang baru saya akan membuat suatu kebijakan yang tentunya juga bagian dari kebijakan secara Nasional yang harus kita dukung karena bagaimanapun banyak produk-produk Riau, baik sawit, kertas dan sebagainya jadi terganggu dengan adanya isu global yaitu tidak ramah lingkungan sehingga kita harus bisa mewujudkan Riau bebas dari asap agar kedepanya tidak mengganggu perekonomian kita secara langsung.

Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo  pada sambutannya menyampaikan Faktor kebakaran hutan biasanya banyak di musim kemarau yang disebabkan oleh manusia karena dimanfaatkan untuk melakukan pembukaan lahan baru perkebunan dan dari faktor alam sendiri disebabkan cuaca yang sangat panas dan tanah gambut.

“Berdasarkan data dari para Pakar faktor kebakaran hutan lebih banyak dilakukan oleh manusia sehingga seluruh instansi yang terlibat harus saling koordinasi untuk meningkatkan patroli wilayah dan untuk kedepannya kita harus melibatkan Ulama karena mayoritas masyarakat di Riau beragama Islam sehingga saat ceramah bisa disampaikan bahwa membakar hutan itu dilarang oleh agama dan kita harus bisa untuk lebih dekat lagi dengan masyarakat agar dapat memberikan wawasan terkait dampak pembakaran hutan”, lanjut Kepala BNPB.

Sedangkan Kepala BPPT Dr. Hammam Riza, M.Sc menyampaikan Kegiatan yang kita lakukan sejak 2016 dengan seluruh Kementerian Lembaga, TNI, Polri dan pemerintah Daerah sudah membuahkan hasil dengan berkurangnya kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Prov. Riau dan untuk kedepanya kita akan lakukan patroli terpadu bersama dengan melibatkan Kepala Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas serta LSM sebagai anggota tim karena mereka yang sudah langsung berada di daerah sehingga dapat melakukan pendekatan bersama masyarakat agar dapat dilakukan pencegahan pembakaran hutan saat membuka lahan baru.  Selain itu di tahun 2019 ini akan kita bangun juga CCTV yang akan memantau sekitar radius 10.000 hektare yang akan di tempatkan diwilayah Dumai.

Waasops Panglima TNI Marsma TNI M. Khairil Lubis mengatakan Kita juga menyiapkan personil TNI beserta alutsista apabila situasi membutuhkan itu sesuai arahan Panglima TNI yang minggu lalu juga kemari dan langsung melihat Spot yang biasa terjadi di sana seperti Pulau Rupat, Daerah sana kita akan mempersiapkan 2800 personil TNI yang terbagi di wilayah Barat atau wilayah timur tergantung situasi seperti kita ketahui bersama memang tahun ini ada juga situasi yang memang harus kita jaga keamanan nya yaitu Pemilu Kemudian kami menyampaikan saran juga sedikit pak gubernur kita akan merubah sistem Siskamling desa-desa kita harus mengaktifkannya kembali,  sebenarnya mereka yang membakar ini sudah sangat pengalaman.

Kemudian Waasops Polri, Brigjen Pol Imam S. dalam sambutannya mengatakan, akan kita gerakkan personel untuk membackup wilayah mana yang terkena dampak paling parah dengan jumlah personel kurang lebih ada 6 ribu personll Brimob yang sudah siap kemudian akan kita libatkan personel dari Polda dan Polres setempat untuk membantu dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Prov. Riau.   Selain itu unsur pimpinan baik TNI maupun Polri di wilayah harus lebih efektif lagi untuk menggerakkan garis bawahnya agar dapat bersama-sama menangani dampak dari pembakaran hutan maupun bencana yang terjadi di wilayah wilayah bisa segera kita atasi.

Usai membuka kegiatan pemnafaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Kepala BNPB beserta rombongan Bergerak menuju Shalter Charlie melihat pesawat Casa 212 dari Skadron Udara 4 Lanud Abdurrahman Saleh Malang yang ditugaskan untuk melaksanakan hujan buatan atau Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) selanjutnya rombongan melaksanakan penerbangan menuju pulau Rupat dan daratan Bengkalis dengan menggunakan tiga heli untuk melaksanakan Patroli Udara dan meninjau Karhutla di Provinsi Riau.*Red

Share.

Comments are closed.