Penasehat Militer RI untuk PBB : Pemerintah Indonesia Ikut Aktif Proses Perdamaian di CAR

0
Views:
4

Jakarta, PW: Pemerintah Indonesia ikut aktif dalam proses perdamaian di Central Africa Republic (CAR), dengan mengirimkan 215 prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda Misi Perdamaian PBB yang tersebar di CAR. Hal tersebut dikatakan Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Brigjen TNI Fulad, S.Sos, M.Si. usai menghadiri pertemuan tentang Misi MINUSCA, bertempat di Markas Besar PBB, Jumat (19/10/2018).

Menurut Brigjen TNI Fulad, sebanyak 215 prajurit TNI tersebut terdiri dari 200 personel Kompi Zeni, 10 personel Military Observer dan 5 personel sebagai Staf Officer yang tergabung dengan Misi MINUSCA (Multi-Dimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic).

Penmil PTRI New York, Brigjen TNI Fulad juga mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, Under Secretary General United Nations, Mr. Jean Pierre Lacroix menyampaikan briefing perkembangan terakhir pada Misi MINUSCA terkait mandat yang akan berakhir pada 15 November 2018 mendatang. Dijelaskan oleh Mr. Jean Pierre Lacroix bahwa perkembangan terkini tentang situasi keamanan di CAR masih terdapat kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan gerakan anti-Balaka, beroperasi di CAR Selatan dan Timur dengan sasaran kaum Muslim.

Penmil PTRI untuk PBB di New York, Brigjen TNI Fulad, S.Sos, M.Si.

Pemerintah, yang dipimpin Presiden Faustin-Archange Touadéra, hanya memiliki kontrol minimal di luar Bangui. Inisiatif Afrika untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi yang dipimpin oleh Afrika Union (AU), telah mengadakan pertemuan dengan pemerintah dan perwakilan dari 14 kelompok bersenjata yang menandatangani proses perdamaian pada akhir Agustus 2018, untuk membentuk dasar bagi perundingan lanjutan.

Selain upaya rekonsiliasi nasional, MINUSCA mendukung inisiatif perdamaian dan rekonsiliasi lokal yang dipimpin pemerintah, termasuk kelompok bersenjata dan masyarakat sipil, yang telah membantu mengurangi kekerasan, membangun kepercayaan di antara masyarakat, memfasilitasi kembalinya pengungsi internal dan proses perlucutan senjata di beberapa daerah.

Di sisi lain dituturkan pula bahwa sesuai dengan resolusi 2387, Sekretaris Jenderal PBB mengajukan rekomendasi kepada Dewan Keamanan PBB pada 16 Mei 2018 tentang kemungkinan dukungan untuk pengerahan kembali pasukan keamanan Central of Africa. PBB merekomendasikan bahwa Dewan Keamanan memberi wewenang kepada MINUSCA untuk memberikan dukungan operasional dan logistik terbatas kepada pasukan keamanan CAR yang dilatih oleh Misi Pelatihan Militer Uni Eropa untuk jangka waktu 12 bulan, sepanjang menjunjung prinsip-prinsip akuntabilitas dan supremasi hukum.

Sekjen PBB menekankan bahwa tanpa dukungan dari semua pihak, kemampuan CAR untuk memulihkan perdamaian dan membangun otoritas negara akan semakin sulit. Sekjen PBB turut keprihatinannya atas berlanjutnya kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok bersenjata di CAR dan menegaskan kembali dukungannya bagi inisiatif Afrika untuk Perdamaian dan Rekonsiliasi.*Red

Share.

Comments are closed.