KOMANDAN KODIKLATAL BUKA PENDIDIKAN PASUKAN ELIT TNI AL

0
Views:
29

Surabaya, PW: Setelah lolos dalam sidang Penentuan Akhir (Pantukhir) Pendidikan Brevet (Dikbrevet) TNI AL tahun 2018, sebanyak 197 calon pasukan elit TNI AL ini resmi mengikuti pendidikan di Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal)). Adapun pembukaan pendidikan tersebut dipimpin langsung Komandan Kodiklatal Laksda TNI Darwanto, S.H., M.A.P di Lapangan Apel Kodikopsla Ujung Surabaya.

Dari jumlah 197 prajurit yang mengikuti Dikbrevet tersebut, 32 orang mengikuti Pendidikan Komando Pasukan Katak (Dikopaska) di Sekolah KomandoPasukan  Katak (Sekopaska), 26 orang mengikuti Pendidikan Calon Awak Kapal Selam (Dikcawakkasel) yang akan digembleng di Sekolah Kapal Selam (Sekasel), 22 orang mengikuti Pendidikan Juru Selam (Dikjursel) di Sekolah Juru Selam (Sejursel) dan 35 orang korps Marinir mengikuti Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib.

Untuk pendidikan Dikopaska, Dikcawakkasel, Dikjursel menempuh pendidikan di Pusat Pendidikan Khusus (Pusdiksus) dibawah Komando Pendidikan Operasi Laut (Kodikopsla), sedangkan Diktaifib akan menempuh pendidikan di Sekolah Khusus (Sesus) yang berada dibawah Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Komando Pendikan Marinir (Kodikmar).

Komandan Kodiklatal Laksda TNI Darwanto, S.H., M.A.P dalam sambutanya menyampaikan selaku Komandan Kodiklatal dirinyamengucapkan selamat atas keberhasilan para siswa masuk dalam pendidikan brevet Ta 2018 yang meliputi pendidikan Komando Pasukan Katak Angkatan Ke42, Pendidkan Juru Selam angkatan ke-59, Pendidikan Calon Awak Kapal Selam Angkatan Ke-53 dan Pendidikan Intai Amfibi Angkatan Ke-45, sesuai keinginan dan cita-cita selama ini. Oleh karena itu, sudah selayaknya para siswa merasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan bangga atas keberhasilan ini. Namun, yang lebih penting adalah para siswa mampu mengikuti pendidikan dengan sungguh sungguh agar nanti berhasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan masing-masing prodik.

Adapun pendidikan Komando Pasukan Katak akan dilaksanakan selama 10 bulan dengan tujuan agar para siswa mampu melaksanakan tugas-tugas dalam operasi amfibi maupun tugas tugas dalam peperangan khusus laut. Pendidikan Juru Selam akan dilaksanakan selama 6 bulan dengan tujuan untuk mendidik para siswa menjadi juru selam TNI AL yang profesional guna mendukung kesiapan dan keselamatan bawah air khususnya KRI dalam suatu operasi laut.

Selanjutnya, Pendidikan Calon Awak Kapal Selam akan dilaksanakan selama 9 bulan dengan tujuan untuk mendidik para siswa menjadi pengawak kapal selam yang memiliki pengetahuan dan keterampilan teknis kapal selam type 209 serta kecakapan khusus yang dapat ditugaskan sebagai pasukan bawah air. Sedangkan Pendidikan Intai Amfibi (Diktaifib), akan dilaksanakan selama sepuluh bulan dengan tujuan untuk mendidik siswa menjadi prajurit taifib yang dapat melaksanakan tugas pengintaian dan penyelidikan dalam operasi amfibi dan operasi-operasi lain melalui darat, laut dan udara.

Disisi lain disampaikan bahwa dinamika yang perlu dicer mati dalam kurun lima tahun ke depan diantaranya pertumbuhan ekonomi yang berimplikasi pada perkembangan kekuatan militer khususnya di kawasan Asia Pasifik. Dinamika ini sangat memengaruhi pola dan bentuk ancaman yang semakin kompleks dan multidimensional, berupa ancaman militer, ancaman non militer dan ancaman hibrida yang dapat dikategorikan dalam bentuk ancaman nyata dan belum nyata.“Oleh karena itu, memiliki pasukan khusus TNI AL yang profesional dan modern merupakan keniscayaan untuk menghadapi dinamika ancaman tersebut, agar terwujud visi tni angkatan laut yang andal dan disegani serta berkelas dunia.” Tegas Komandan Kodiklatal.*Red

Share.

Comments are closed.