Polres Pangkalpinang Gelar Apel Pergeseran Pasukan Pemilihan Walikota 2018

0
23
views

PANGKALPINANG,  PW: Apel terahir berkenaan penyelenggaraan pemihan walikota  Pangkalpinang 2018 Dalam Apel Pergeseran Pasukan untuk mengamankan pemilihan Walikota 2018 yang digelar pada Senin (25/06/2018),dalam kesempatan itu Kapolres Pangkalpinang mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota yang terlibat langsung ataupun tidak langsung atas partisipasinya selama tahap awal hingga tahapan hampir menjelang pemilihan. “Pada kempatan ini saya atas nama pribadi selaku Kapolres Pangkalpinang terkait Pilkada Walikota Pangkalpinang Tahun 2018 mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh anggota yang terlibat langsung ataupun tidak langsung selama tahapan Pilkada Walikota Pangkalpinang dimulai dari awal tahapan pilkada sampai dengan hari ini cukup aman dan kondusif, dan tidak ada hal-hal prinsip yang dapat menganggu aktifitas masyarakat secara umum,” ujarnya.

Selain itu, katanya, situasi kondisi seperti ini harus dapat kita pertahankan sampai dengan pilkada dinyatakan selesai. “Hari ”h” pemungutan suara tinggal 2 hari lagi tepatnya pada Rabu, 27 Juni 2018, dengan jumlah tps keseluruhannya adalah 382 tps, jumlah pemilih 137.072 orang, dengan penerapan pola pam sesuai dengan tingkat kerawanan di masing-masing kelurahan,” sebutnya. Lebih lanjut ia juga menuturkan untuk jenis kerawanan-kerawanan pemungutan suara adalah sabotase, pengrusakan, pembakaran tps, kotak suara dan kartu suara, intimidasi kepada petugas tps saat hendak menuju ke tps, adanya kartu suara yang rangkap dan pemilih ganda, adanya pemilih yang sah tidak terdaftar, penggunaan kartu pemilih oleh orang yg tidak memiliki hak pilih, adanya oknum yang memaksakan untuk memilih sedangkan yang bersangkutan tidak memiliki hak pilih, provokasi dari oknum-oknum tertentu untuk mengacaukan dan menggagalkan jalannya pemungutan suara.

Adapun kerawanaan saat penghitungan suara adalah dirinya menambahkan adanya manipulasi dalam penghitungan suara sehingga menyebabkan ketidak puasan massa pendukung atas hasil penghitungan suara, sabotase, pengurusakan, pembakaran terhadap kotak suara, surat suara dan tps. Serta tindakan pelanggaran hukum lainnya. Sedangkan saat pengiriman kotak suara dan surat suara ke ppk atau tempat lain yang ditentukan kerawannya adalah terjadi penghadangan dijalan terhadap rombongan yang mengawal kotak dan surat suara serta pengrusakan fasiilitas tempat penyimpanan kotak dan surat suara, demikian juga kerawanan pada kantor kelurahan.

“Maka dari itu, saya berharap dengan kerawanan-kerawanan tersebut yang sangat mungkin akan muncul menjadi gangguan nyata, saudara-saudara harus peka dan tanggap terhadap gejala-gejala yang muncul serta segera dapat mengambil langkah-langkah yang cepat, tepat dan profesional dalam penangannnya. Bila mana terjadi gangguan keamanan saat hari h, maka lakukan tindakan tegas terukur, hindarkan arogansi, pelangaran ham lakukan tindakan2 secara profesional dan proporsional lakukan komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak yang terkait yang ada di tkp. Jangan terpancing dan bertindaklah yang cerdas dan adil, terhadap pelaku yang terlibat baik dari masyarakat maupun oknum tni atau polri maka segera serahkan kepada yang berwenang untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.(Supardi/Susanto)

Share.

Comments are closed.