Diduga Lecehkan Perempuan Manado Di Medsos, YU Minta Maaf

0
82
views

Sorong, 28 Maret 2018- PW: Seorang ibu rumah tangga yang berinisial YU diketahui berprofesi sebagai instruktur zumba, diduga melecehkan perempuan (Cewek) Manado melalui komentar dalam sebuah postingan di media sosial facebook. Komentar tersebut disampaikan YU, menanggapi postingan akun Astrid Claudya di grup IKKS. Astrid yang memposting permintaan tolong, karena mencari 2 (dua) keluarganya (perempuan) yang diduga dibawah oleh 2 (dua) orang laki-laki. Menurutnya menuju Sorong atau Nabire. Namun oleh YU (bunda CT) mengomentari negative “sdh umur 17/17 itu sdh bsa smua ny lah. Tau jln yg baik n tdk baik ap lgi cewek manado km”orng kan sdh tau to”.

Komentar tersebut ditindaklanjuti Ormas Manguni Indonesia yang kemudian berkoordinasi dengan Kapolsek Sorong Barat. Saat di mediasi dalam ruangan Kapolsek Sorong Barat, YU (dengan mencucurkan airmata) meminta maaf kepada orang-orang Manado (Perempuan) atas kesalahannya dalam berkomentar di postingan yang ada di medsos. Ketua DPW Manguni Indonesia (MANIS) Papua Barat Rommy VJ Nikolaas bersama beberapa pengurus MANIS sebagai pihak yang melaporkan komentar tersebut menyambut baik permintaan maaf YU.

“Kami tidak ingin mencari kesalahan, tetapi kami ingin agar menjadi pembelajaran agar ibu menggunakan medsos dengan baik dan tidak melecehkan orang atau suku dan lainnya” jelas Rommy. Kapolsek Sorong Barat AKP Junaidi Weken SIK menjelaskan bahwa kasus ini diterima melalui laporan dari Ormas Manguni Indonesia dan di mediasi bersama YU. “Hasil mediasi yang dilakukan, YU meminta maaf atas kesalahannya dan membuat surat pernyataan, kemudian akan mengposting permintaan maaf juga melalui medsos. Jadi masalah ini sudah selesai, karena mediasi telah mencapai kesepakatan”, jelas AKP Junaidi Weken SIK.

Melalui masalah ini AKP Junaidi Weken SIK menghimbau agar masyarakat pengguna media sosial untuk tidak sembarangan menuliskan kata-kata/kalimat. “Masyarakat dihimbau untuk berhati-hati menggunakan medsos, apalagi menjurus ke hal yang negative. Karena dapat dikenai sangsi/pidana seperti yang ada di Undang-undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik)”, ujar AKP Junaidi Weken SIK.

*Humas DPW Manguni Indonesia Papua Barat

Share.

Comments are closed.