POLDA PAPUA BARAT MUSNAHKAN ±14 TON MIRAS JENIS CAP TIKUS

0

Kota Sorong,PW: Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Papua Barat benar-benar serius dalam membasmi peredaran minuman keras (miras). Karena dari banyaknya kasus-kasus kejahatan yang terjadi, pada umumnya para pelaku kejahatan ini dipengaruhi oleh minuman keras. Dari banyaknya tindak kejahatan yang terjadi di wilayah hukum Polda Papua Barat, maka jajaran Polda Papua Barat serta Polres-polres yang ada dibawahnya melakukan penindakan hukum bagi para pemasok miras tersebut. Dari para pemasok miras illegal yang tertangkap beberapa waktu terakhir ini, diperoleh barang bukti miras jenis cap tikus (CT) dan langsung diamankan. Dan pada hari senin (131117) Polda Papua Barat melakukan pemusnahan barang bukti miras tersebut. Lokasi pemusnahan barang bukti miras illegal ini bertempat di Markas Komando Batalyon Brimob Detasemen B Pelopor Kota Sorong.

Pemusnahan barang bukti miras ini dipimpin langsung Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Drs Rudolf A Rodja. Dalam penyampaiannya, Kapolda menjelaskan bahwa jumlah barang bukti miras yang dimusnahkan sebanyak ±12.775 liter (±12,7 ton), ±1.050 liter (±1 ton), 216 liter = ±14.041 liter (±14 ton) dengan nilai lebih dari 1 milyar rupiah. “Miras illegal jenis CT ±12.775 liter (±12,7 ton) ini dikirim dari Bitung Sulawesi Utara dengan menggunakan kapal kayu. Pengiriman setiap bulan sebanyak 200 sampai 300 jerigen (1 jerigen = 25 liter). Pelakunya 1 orang dan dan teridentifikasi melanggar pasal 204 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun serta melanggar pasal 135 UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 4 milyar rupiah”, kata Kapolda.

Dalam sambutannya Kapolda menyampaikan bahwa peredaran miras sudah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi seluruh masyarakat Papua Barat. Banyak tindak kejahatan / kriminalitas bersumber dari dari miras. “Data dari satlantas Polda Papua Barat, 80% kasus kecelakaan disebabkan karena pengaruh miras. Tidak hanya itu, kasus pemerkosaan, pencurian, perampokan ataupun perkelahian, sebagian besar pelaku berada dalam pengaruh alcohol”, jelas Kapolda. Oleh sebab itu Kapolda berharap agar masyarakat jangan sampai melakukan tindakan sendiri dalam memberantas penyakit masyarakat seperti penjualan miras illegal.

“Percayakan kepada kami. Untuk itu kami mengharapkan kerjasama dari seluruh pihak. Apabila ada informasi terkait jual beli miras maupun narkoba, termasuk oknum-oknum yang menjadi beking”, harap Kapolda. Kapolda meyakini apabila miras sudah bisa diminimalisir di tanah Papua, maka tingkat kriminalitas akan menurun dan kualitas hidup masyarakat Papua Barat aka segera membaik. Karena tanpa miras, masyarakat akan memiliki pemikiran yang bersih dan jernih untuk menatap masa depan Papua Barat yang lebih cerah dan bermartabat. Kegiatan pemusnahan barang bukti miras ini dihadiri oleh pejabat utama Polda Papua Barat, Perwakilam Lantamal XIV, Korem 171/PVT, Kodim 1704/Sorong, Kapolres se-Sorong Raya, Ketua MUI, Kajari Sorong, Ketua PN Sorong, penasehat hukum, tersangka dan keluarga serta tamu undangan.

*Jacob Sumampouw

Share.

Comments are closed.