Satuan Reskrim Res Melawi (tim saber pungli) Lakukan OTT terkait dugaan pungli pengambilan ijazah di SMA N 1 Nanga Pinoh

0

Kalbar, PW: Kasus ini Bermula dari pihak kepolisian mendapatkan beberapa pengaduan masyarakat (dumas) terkait adanya pungutan liar dalam pengambilan ijazah dan diminta polres Melawi untuk melakukan tindakan tegas,  shingga tim saber pungli sat reskrim res mlw bekerja sama dengan sat intelkam melakukan upaya penyelidikan undercover by dan surveilence untuk mengungkap kasus ini.
Dan pada hari Rabu tanggal 30 Agustus 2017 sekira jam 11.20 Wib, aparat yg melakukan undercover by bersama-sama dengan Saudara RR, Saudara HB dan Saudara RW mendatangi SMAN 1 Nanga Pinoh Kab.Melawi untuk mengambil Ijazah , pada saat mengambil Ijazah tersebut oleh oknum Guru Saudari HP, dimintai permasing-masing Siswa sebesar Rp.200.000,- (dua ratus ribu rupiah) dengan alasan atas perintah Kepala Sekolah namun pada saat dimintai dasar peraturan dan ketentuan terkait pungutan tersebut, saudara HP tidak bisa menunjukkan aturan yang digunakan dan setelah dilakukan pembayaran. Melihat hal tersebut Tim saber pungli dipimpin kasat reskrim polres melawi pada saat itu langsung melakukan pengamanan terhadap oknum guru Saudari (HP) untuk dimintai pertanggung jawaban atas dilakukannya Pungutan Liar (Pungli) yang tidak dapat dipertanggung jawabkan tersebut, Kemudian aparat kepolisian membawa Sdri HP dan Sdr HA ke Mapolres Melawi beserta Barang Bukti untuk dilakukan Penyidikan Lebih Lanjut.

Barang Bukti :
1. 1 (satu) Buah Buku catatan Pribadi Terlapor;
2. 1 (satu) Buah Bulpoin Merk Kinko K-I Warna Biru;
3. Uang Sebesar Rp.400.000,- (empat ratus ribu rupiah)
4. Uang yang telah diikat dengan karet dengan pecahan Nominal Rp.100.000,- (seratus ribu rupiah) sebanyak 70 (tujuh puluh) lembar dan pecahan Nominal Rp.50.000,- (lima puluh ribu rupiah) sebanyak 40 (empat puluh) lembar senilai 9 juta rupiah.
5. Ijazah saksi korban
Pasal yg di sangkakan :
Pasal 12 huruf e UU no 31 thn 1999 sebagaimna telah di rubah UU No 20 tahun 2001 tentang Tipikor,dalam kaitan kasus OTT tersebut,kasat Reskrim Polres melawi Iptu Pol Ketut  menjelaskan kepada awak media,modus pungli yang di lakukan memungut sejumlah uang sebesar Rp 200.000  kepada siswa siswi yang akan mengbil ijazah,dengan alasan biaya upah tulis ijazah,padahal anggaran tersebut sudah di anggarkan dalam APBN sebesar Rp 3500.perlembar terang kasat, dalam kaitan kasus ini,polres Melawi telah mengeluarkan SPDP (Surat perintah dimulainya penyelidikan) terhadap kedua tersangka atas kasus ini, OTT, terkait kasus pungli ini agar menjadi pembelajaran dan peringatan bagi sekolah manapun,instansi yang masih menerapkan pungli agar segera menghentikannya,tegas ketua Tim Saber pungli kabupaten Melawi,yang dijabat Waka polres Melawi.(Irfan/Frans)

Share.

Comments are closed.