PRAJURIT INTAI AMFIBI KORPS MARINIR DAN US ARMY/ODA BERLATIH SURVIVAL

0

Kepulauan Seribu, PW: Segenap Prajurit Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir (Yontaifib-2 Mar) dan prajurit US Army/Operation Detachment Alfa (ODA) yang tergabung dalam Latihan bersama Swift Iron 17. 2444 melaksanakan latihan Jungle Survival dan Sea Survival di hutan tropis Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Rabu (03/05/2017). Pada kegiatan  tersebut Kapten Marinir Riska Sayogo didampingi Sertu Marinir Hendra Syahputra  memberikan pengetahuan tentang bagaimana  cara bertahan hidup di hutan dan di laut.

Adapun materi yang diberikan meliputi bagaimana cara  menangkap dan memasak binatang buas seperti ular dan berbagai macam hewan laut yang dapat dimakan serta memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung (tanpa harus dimasak) dan yang tidak bisa dimakan.

Usai menerima penjelasan  para Prajurit US Army/Operation Detachment  Alfa (ODA) dengan antusias langsung mempraktekan pelajaran  yang telah diberikan oleh prajurit andalan dari Korps Marinir TNI AL tersebut. Meski mulanya terlihat agak geli, ada beberapa prajurit US Army/Operation Detachment Alfa (ODA) terus melakukan tekadnya untuk mencoba mencicipi sejumlah Botani dan Hewani yang telah dicontohkan terlebih dulu oleh prajurit Intai Amfibi-2 Korps Marinir, bahkan beberapa diantara mereka ada yang mencoba menangkap ular.

Untuk materi Sea Survival, kegiatan yang juga diikuti Komandan Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir Letkol Marinir Rino Rianto dilaksanakan disekitaran pantai Pulau Damar. Yang sebelumnya dilaksanakan dril renang rintis. Sementara itu, para prajurit US Army/ Operation Detachment Alfa (ODA) dibawah pimpinan Kapten Wes Weblin begitu antusias dalam materi pembuatan api dengan menggunakan media bambu. “Ini merupakan pengalaman baru bagi kami, selama mengikuti latihan bersama dengan negara-negara lain, baru sekarang ini kami mengetahui cara membuat api dengan bambu,” kata Kapten Wes Weblin.*Red

Share.

Comments are closed.